Kamis, 26 Juli 2018

MENGHITUNG NID BID RANGE DENGAN CIDR


1. Netword ID (NID) dapat dicari dengan melakukan operasi AND antar IP address dan subnet masknya yang sama-sama sudah diubah kebilangan biner

2. Broadcast ID (BID) dapat di cari dengan merubah semua bit host pada NID dengan angkat biner 1 (di OR-kan)

3. Range IP dapat di cari dengan IPNID+1 hingga IPBID-1

Contoh :

1. IP : 170.180.22.10
(NID)
> IP Address : 170.180.22.10
> Netmask : 255.255.0.0
> Ip addressing ubah ke binger :
10101010.10110100.00010110..00001010
>Netmask ubah ke biner :
11111111.11111111.00000000.00000000
> Di AND-kan : 10101010.10110100.00000000.00000000
> Lalu, ubah ke desimal : 170.180.0.0 (NID)

(BID)
> IP Address : 170.180.22.10
> Nermask : 255,255.0.0
> IP Adress ubah ke biner :
10101010.10110100.00010110.00001010
> Netmask ubah ke biner :
11111111.11111111.00000000.00000000
>Reverse netmask biner :
00000000.00000000.11111111.11111111
>Di OR-kan IP Address biner dan Reverse Netmask Biner :
10101010.10110100.11111111.11111111
> Lalu, ubah ke desimal : 170.180.25.25 (BID)

(Range)
> IPNID + 1= 170.180.0.0 + 1 = 170.180.0.1
> IPBID - 1 = 170.180.255.25 - 1 = 170.180.25.254

> Jadi, Rangenya adalah 170.180.0.1 - 170.180.255.254

2. Jika menghitng NID, BID, dan Range dengan IP yang menggunakan CIDR, CIDR adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelasB, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. contoh IP : 170.180.22.10/27

> IP Address : 170.180.22.10/27
> Netmask : 255.255.255.224 (kaena /27 netmasknya adalah 255.255.255.224)
> IP Address ubah ke biner :
10101010.10110100.00010110.00001010
> Netmask ubah ke biner :
11111111.11111111.11111111.11100000
> Di AND-kan : 10101010.10110100.00010110.00000000
> Ubah ke desimal : 170.180.22.0/27 (NID)

(BID)
> IP Address : 170.180.22.10/27
> Netmask : 255.255.255.224
> IP Address ubah ke biner :
10101010.10110100.00010110.00001010
> Netmask ubah ke biner :
00000000.00000000.00000000.00011111
> Di OR IP Address biner dan Reverse netmask biner :
10101010.10110100.00010110.00011111
> Ubah ke desimal : 1170.180.22.31 (BID)

(Range)
> IPNID + 1 = 170.180.22.0 + 1 = 170.180.22.1
> IPBID -1 = 170.180.22.31 - 1 = 170.180.22.30
> Jadi, Rangenya adalah 170.180.22.1 - 170.180.22.30

NID : 11000000.10101000.01010011.00100001
          11111111.11111111.11111111.11110000
          11000000.10101000.01010011.00100001
            192.168.83.32
BID : 11000000.10101000.01010011.00100001
         11110000.00000000.00000000.00000000
         11110000.10101000.01010011.00100001
            240.168.83.33
NID : 192.168.83.32
BID : 240.168.83.33
Range : 192.168.83.32 - 240.168.83.33

mencari NID BID Range dengan defaul netmask

MENCARI NID,  BID, RANGE DENGAN DEFAULT NETMASK
RUMUS:
1. Network ID(Network Subnet ID) dapat dicari dengan melakukan operasi AND antara IP Address dan Subnet Mask-nya
2. Broadcast ID dapat dicari dengan merubah semua bit host pada NID dengan angka biner 1
3. Range host IP pada NID tersebut merupakan IP NID+1 hingga IP BID-1
4. Maksimum Usable Subnet (banyak subnet maksimal yang bisa dibentuk dan dipakai) pada Subnet Mask tersebut ditentukan dengan terlebih dahulu mengetahui IP tersebut masuk dalam kelas IP mana dan bit yang dipinjam sebagai Subnet ID. Lalu gunakan rumus = 2 pangkat jumlah bit yang dipinjam sebagai Subnet Mask – 2
5. Maksimum Usable Host (banyak host maksimal yang bisa dibentuk dan dipakai) pada Subnet Mask tersebut ditentukan juga dengan terlebih dahulu mengetahui IP tersebut masuk dalam kelas IP mana dan bit yang tersisa sebagai Host ID. Lalu gunakan rumus = 2 pangkat jumlah bit yang tersisa sebagai host ID
CONTOH:
Diketahui:
IP Address : 172.168.11.5
Netmask : 255.255.255.240
Hitunglah:
a) Network ID!
b) Broadcast ID!
c) Range IP Address yang bisa dipakai!
Dijawab:
IP Address: 172.168.11.5
Ubah ke biner menjadi: 10101100.10101000.00001011.00000101
Netmask: 255.255.255.240
Ubah ke biner menjadi: 11111111.11111111.11111111.11110000
a.) Network ID = IP Address AND Netmask
10101100.10101000.00001011.00000101 (IP Address) AND
11111111.11111111.11111111.11110000 (Netmask)
Kita gunakan logika AND. Logika AND memiliki karakteristik dimana jika input bernilai 0, maka outputnya pasti akan bernilai 0. Jika kedua input diberi nilai 1, maka hasil output juga akan bernilai 1, sehingga hasilnya seperti berikut ini:
10101100.10101000.00001011.00000000
diubah ke desimal sehingga menjadi:
172.168.11.0 (Network ID)
Jadi Network ID-nya adalah 172.168.11.0
b.) Broadcast ID = IP Address OR ~Netmask
10101100.10101000.00001011.00000101 (IP Address)
00000000.00000000.00000000.00001111 (Reverse Netmask)
11111111.11111111.11111111.11110000 (Netmask)
00000000.00000000.00000000.00001111 (Reverse Netmask)
Kita gunakan logika OR. Logika OR memiliki karakteristik yang menghasilkan output bernilai 1 apabila ada satu saja input yang bernilai 1. Jadi pada logika OR tidak peduli berapa nilai input pada kedua sisinya, asalkan salah satunya atau kedua-duanya bernilai 1, maka outputnya pasti juga akan bernilai 1, sehingga hasilnya seperti berikut ini:
10101100.10101000.00001011.00001111
diubah ke desimal menjadi:
172.168.11.15 (Broadcast ID)
Jadi Broadcast ID-nya adalah 172.168.11.15
c.) Range IP Address yang bisa dipakai yakni:
Network ID+1 hingga Broadcast ID-1 = 172.168.11.1 – 172.168.11.14
CARA CEPAT:
IP Address : 172.168.11.5
Netmask : 255.255.255.240
Hitunglah Network ID, Broadcast ID, dan Range IP !!!
Cara cepat ini dengan menggunakan rumusan diatas.
Subnet yang tersedia dari 255.255.255.240 adalah
Rumus: 2^x dimana x adalah jumlah dari angka 1
240 diubah menjadi biner = 11110000 — > jumlah angka 1 ada 4, jadi 2^4 = 16
Maksimal Subnet yang dapat digunakan = 16
Jumlah Host
Rumus: 2^y-2 dimana y adalah jumlah angka dari 0
240 diubah menjadi biner = 11110000 — > jumlah angka 0 ada 4, jadi 2^4-2 = 14
Jumlah Host per-Subnet = 14
Subnet ID dan Broadcast ID….
Rumus : 256 – 240 = 16
Subnet ID = 172.168.11.0
Broadcast ID = 172.168.11.15
Jadi, range IP Address yang bisa dipakai 172.168.11.1 – 172.168.11.14
NID : 01100100.01100100.00100001.01010000
          11111111.00000000.00000000.00000000
          01100100.00000000.00000000.00000000
            100.0.0.0
BID : 01100100.01100100.00100001.01010000
          00000000.00000000.00000000.11111111
          01100100.01100100.00100001.11111111
             100.100.33.255
NID : 100.0.0.0
BID : 100.100.33.255
RANGE : 100.0.0.0 - 100.100.33.255

Selasa, 24 Juli 2018

konversi biner desimal

Desimal ke Biner

Cara Konversi Biner ke Desimal:


Untuk melakukan konversi dari bilangan biner ke bilangan desimal, maka kamu bisa menggunakan cara berikut ini:
  1. Tulis bilangan biner dan tulis juga pangkat dari angka 2, dimana pangkat terus meningkat dan dimulai dari digit paling kanan lalu lanjut ke kiri. Pangkat dari angka 2 dimulai dari pangkat 0 (20).
  2. Setelah itu, lakukan perkalian tiap-tiap digit bilangan biner dengan setiap pangkat dari angka 2.
  3. Lakukan penjumlahan untuk mendapatkan hasil bilangan desimal.
Contoh 1:
Berapa 111012 dalam desimal?
Tulis pangkat dari angka 2, dimana pangkat terus meningkat dimulai dari digit paling kanan.
11101
2423222120
Lakukan perkalian setiap digit bilangan biner dengan pangkatnya.
11101
1 × 241 × 231 × 230 × 211 × 20

11101
168401
Jumlahkan untuk mendapatkan hasil desimal.
111012 = 16 + 8 + 4 + 0 + 1
111012 = 2910
atau, lebih simpelnya:
111012 = 1 × 24 + 1 × 23 + 1 × 23 + 0 × 21 + 1 × 20
111012 = 2910
Jadi biner 111012 adalah desimal 2910.
Contoh 2:
Nyatakan 11010111112 dalam bentuk bilangan desimal.
11010111112 = (1 × 29) + (1 × 28) + (0 × 27) + (1 × 26) + (0 × 25) + (1 × 24) + (1 × 23) + (1 × 22) + (1 × 21) + (1 × 20)
11010111112 = 512 + 256 + 0 + 64 + 0 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1
11010111112 = 86310
Jadi biner 11010111112 adalah desimal 86310.

Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner

Pada dasarnya, yang dimaksud dengan konversi bilangan adalah proses mengubah bentuk bilangan yang satu ke bentuk bilangan lainnya yang masih memiliki nilai yang sama. Konversi bilangan desimal ke bilangan biner berarti mengubah bentuk bilangan desimal menjadi bentuk bilangan biner yang hasilnya tetap masih memiliki nilai yang sama.
Cara konversi bilangan desimal ke bilangan biner cukup mudah, yaitu dengan membagi bilangan desimal ke basis bilangan biner yaitu 2, hasilnya kemudian dibulatkan kebawah dan sisa hasil pembagiannya disimpan atau dicatat. Lakukan pembulatan kebawah tersebut hingga nilainya mencapai nol. Sisa pembagiannya tersebut kemudian diurutkan dari yang paling akhir hingga yang paling awal. Sisa pembagian yang diurutkan inilah merupakan hasil konversi bilangan desimal menjadi bilangan biner.

Contoh Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner

Contoh 1
Konversikan bilangan desimal nilai 50 menjadi bilangan biner :
50/2 = 25 sisa bagi adalah 0
25/2 = 12 sisa bagi adalah 1
12/2 = 6 sisa bagi adalah 0
6/2  = 3 sisa bagi adalah 0
3/2 = 1 sisa bagi adalah 1
1/2 = 0 sisa bagi adalah 1
Hasil pembagian tersebut kemudian diurutkan dari yang paling akhir hingga paling awal menjadi 1100102.
Jadi Hasil Konversi bilangan desimal 50 menjadi bilangan biner adalah 1100102.
Contoh 2
Konversikan bilangan desimal 105 menjadi bilangan biner :
105/2 = 52 sisa bagi adalah 1
52/2 = 26 sisa bagi adalah 0
26/2 = 13 sisa bagi adalah 0
13/2 = 6 sisa bagi adalah 1
6/2 = 3 sisa bagi adalah 0
3/2 = 1 sisa bagi adalah 1
1/2 = 0 sisa bagi adalah 1
Hasil pembagian tersebut kemudian diurutkan dari yang paling akhir hingga paling awal menjadi 11010012.
Jadi Hasil Konversi bilangan desimal 105 menjadi bilangan biner adalah 11010012.


SOAL
 1. 10+33 = 43
     43/2 = 21 sisa 1
     21/2 = 10 sisa 1
     10/2 = 5 sisa 1
     5/2   = 2 sisa 1
      2/2  = 1 sisa 0
        1
    101111 

 2. 50+33 = 83
     83/2 = 41 sisa 1
     41/2 = 20 sisa 1
     20/2 = 10 sisa 0
     10/2 = 5 sisa 0
      5/2  = 2 sisa 1
      2/2  = 1 sisa 0
       1
     1010011

3. 157+33 = 190
    190/2 = 80 sisa 0
    80/2   = 40 sisa 0
     40/2  = 20 sisa 0
     20/2   = 10 sisa 0
     10/2 =  5 sisa 0
      5/2 = 2 sisa 1
     2/2 = 1 sisa 0
      1
     10100000


 4. 200.200.33.33

     11001000.11001000.00100001.00100001 

 5. 10.10.33.33

     00001010.00001010.00100001.00100001

 
























































Senin, 23 Juli 2018

1. JARINGAN KOMPUTER

A. Pengertian

Jaringan Komputer  adalah sekumpulan komputer berkomunikasi  satu sama lain melalui media jaringan secara bersama-sama untuk tujuan sharing data dan peralatan.

B. Topologi Jaringan Komputer 

1. Topologi Jaringan Ring



macam macam topologi jaringan ring
Topologi ring atau topologi cincin adalah Topologi jaringan yang rangkaiannya berupa titik yang mana masing-masing titik bagian kanan dan kirinya terhubung ke dua titik lainnya sampai ke komputer yang pertama dan akhirnya membentuk cincin atau lingkaran.

Titik yang ada pada topologi cincin tersebut berfungsi memperkuat sinyal di setiap rangkaiannya atau sebagai repeater. Cara kerjanya yaitu: komputer 1 berencana mengirim file ke komputer 4 ? supaya terkirim maka file harus melewati komputer 2 dan 3? baru kemudian komputer 4 menerima file tersebut.

Dengan metode seperti itu, sinyal dan aliran data tetap akan stabil. Arah aliran datanya bisa searah jarum jam atau berlawan dengan jarum jam, tergantung dengan kebutuhan.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Ring
Kelebihan:
  1. Mudah dalam perancangan dan pembuatan
  2. performa sinyal dan aliran data stabil, bahkan lebih baik dari topologi bus, meskipun mengalirkan data yang berat
  3. Jika terjadi masalah, mudah untuk dilakukan konfigurasi ulang atau pemasang baru
  4. Hemat dalam penggunaan kabel
  5. Hemat dalam biaya
Kekurangan:
  1. Jika ada satu komputer yang eror, maka keseluruhan jaringan juga akan ikut eror, solusinya adalah dengan penggunaan topologi ring ganda
  2. Performa aliran lalu lintas data bergantung pada jumlah komputer pada jaringan tersebut

2. Topologi Bus



topologi jaringan komputer bus
Topologi bus adalah jaringan yang hanya memakai satu kabel (coaxial) untuk media transmisi dan kabel tersebut sebagai pusat bagi seluruh server yang terhubung. Masing-masing komputer dihubungkan ke kabel utama dengan menggunakan konektor BNC, lalu diakhiri dengan terminator apabila Konektor BNC sudah terhubung dengan kabel Coaxial.


Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Bus
Kelebihan:
  1. Lumayan sederhana
  2. Apabila ingin menambah server baru lumayan mudah, karena pemasangan tidak memutus keseluruhan jaringan sehingga tidak mengganggu server yang lain
  3. Hemat dalam penggunaan kabel dan biaya karena cuma menggunakan satu kabel utama
Kekurangan:
  1. Bila kabel utama mengalami gangguan, maka semua jaringan juga mengalami gangguan
  2. Jalur lalu lintas lumayan padat karena bolak-balik
  3. Apabila jarak jauh diperlukan repeater
  4. Susah melacak tempat trouble
  5. Jika komputer banyak yang terhubung maka performa sinyal dan lalu lintas akan menurun

3. Topologi Star



macam macam topologi star
Topologi star merupakan bentuk jaringan yang mana terdapat satu penghubung (Hub/Switch) sebagai pusat dan setiap komputer terhubung ke penghubung tersebut. Hub/Switch ini posisinya ada di central dan berfungsi untuk menghubungkan satu komputer ke setiap komputer yang terhubung dan juga menghubungkan komputer ke File Server.

Cara kerjanya yaitu apabila komputer berkirim data antara satu dengan yang lainnya maka data tersebut harus mengalir ke Hub/Switch terlebih dahulu baru kemudian menuju ke komputer yang dituju.
Kelebihan dan Kelemahan Topologi Star
Kelebihan:
  1. Tingkat keamanan tergolong tinggi
  2. Mudahnya dalam penambahan komputer baru yang ingin disambungkan
  3. Apabila ada yang eror mudah untuk dideteksi
  4. Paling fleksibel diantara topologi jaringan yang lainnya
  5. Kemudahan dalam mengontrol karena sistemnya yang terpusat
Kekurangan:
  1. Apabila Hub/Switch rusak maka keseluruhan jaringan juga rusak
  2. Lumayan boros dalam penggunaan kabel
  3. Hub sangat sensitif, karena dia sebagai tempat central bagi jaringan
  4. Tergantung spesifikasi Hubnya, apabila rendah maka performa sistem jaringan juga rendah
  5. Biaya lebih mahal

4. Topologi Mesh



macam macam topologi jaringan mesh
Topologi Mesh atau mudahnya dinamai topologi jala adalah bentuk topologi jaringan yang mana semua Workstation bisa terhubung satu sama lain secara acak atau tidak teratur.

Karena Workstation langsung terhubung dengan Workstation yang dituju maka arus data bisa dilakukan dengan cepat tanpa harus melalui workstation lain.

Masing-masing Workstation setidaknya memiliki 2 jenis sambungan yaitu pertama kabel yang terhubung dengan workstation lain dan terakhir terhubung dengan File Server

Topologi jaringan jala cocoknya digunakan pada jaringan komputer yang kecil bukan yang besar. Alasannya adalah selain karena sambungan antar workstation yang berlebihan tetapi juga sangat sulit untuk mengendalikannya.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Jaringan Mesh 
Kelebihan:
  1. Arus lalu lintas data cepat diantara topologi jaringan yang lain karena memiliki jalur masing masing
  2. Terjaminnya kapasitas channel komunikasi
  3. Jika ada ganggguan pada satu koneksi jaringan, maka tidak mengganggu koneksi yang lain
  4. Terjaminnya keamanan dan privasi karena akses langsung dapat dilakukan antara dua komputer tanpa melibatkan komputer yang lain
  5. Kemudahan dalam mengidentifikasi titik trouble
Kekurangan:
  1. Biaya yang dikeluarkan termasuk tinggi
  2. Boros dalam pemakaian kabel karena semua komputer atau Workstation seminimal-minimalnya memiliki dua penghubung
  3. Diperlukan ruangan yang lumayan besar dalam membangun jaringan komputer tersebut

5. Topologi Jaringan Tree



macam macam topologi tree atau pohon
Topologi jaringan tree atau pohon merupakan topologi jaringan yang bertingkat dan hierarki yang mana antar koneksi menggunakan Hub/Switch dan masing-masing Hub terhubung dengan file server.

Topologi tree sebenarnya adalah kombinasi dari topologi star dan topologi bus namun yang membedakannya adalah topologi tree ini terdapat banyak Hub di dalam jaringannya dan sistemnya yang hierarki.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree
Kelebihan:
  1. Mudah untuk digunakan dalam jaringan yang luas
  2. Apabila ada gangguan mudah untuk dideteksi
  3. Kemudahan dan keunggulan dalam manajemen data
  4. Kemudahan dalam pengelompokan workstation yang sejenis
Kekurangan:
  1. Karena banyaknya sambungan maka lalu lintas bisa dibilang lambat
  2. Apabila hub eror, maka komputer yang tersambung juga eror
  3. Penggunaan biaya tergolong besar
  4. Penggunaan kabel termasuk boros
  5. Komputer tingkat tinggi eror maka komputer tingkat rendah juga eror
  6. Lalu lintas dan sinyal tergolong lambat karena terbagi-bagi

6. Topologi Linier

macam macam topologi linier
Topologi linier bisa juga disebut dengan topologi bus yang beruntut. Kabel utama terhubung dengan dengan setiap komputer dengan penyambung T, lalu pada ujungnya dipasang terminator.
Untuk jenis sambungan yang digunakan adalah sambungan BNC (British Naval Connector).
Berikut 3 jenis penyambung yang terdapat pada topologi linier:
  1. BNC, penyambung ini berfungsi untuk mempertemukan kabel komputer ke sambungan T
  2. Sambungan T, berguna untuk mempertemukan kabel komputer dengan kabel utama
  3. Terminator, sebagai pengakhir dari topologi bus
  4. BNC Barrel konektor, Untuk menyambung 2 kabel BNC.
Maksimal komputer yang bisa disambungkan adalah 5-7 buah saja.
Kelebihan dan kekurangan Topologi Linier
Kelebihan:
  1. Mudah dalam pengembangannya
  2. Hanya sedikit kabel yang digunakan
  3. Tidak ada kendali pusat
  4. Tata peletakan kabel lumayan sederhana
  5. Terminator bisa dikurangi atau ditambah tanpa mengganggu lalu lintas data.
Kekurangan
  1. Sangat susah dalam mendeteksi kesalahan yang terjadi
  2. Lalu lintas data bisa terbilang padat
  3. keamanan dan privasi kurang karena ada pihak ke tiga yang dilalui
  4. Kecepatan lalu lintas data sesuai dengan jumlah workstationnya, apabila banyak maka akan menurun kecepatannnya

7. Topologi Hybrid



macam macam topologi hybrid
Topologi hibrid adalah topologi yang luas yang mana topologi tersebut adalah gabungan dari 2 atau lebih jenis topologi yang lainnya. Topologi hybrid tersebut memiliki semua ciri-ciri dan sifat dari jenis topologi yang ada di dalamnya.

Pembuatan topologi hybrid tersebut bertujuan untuk memaksimalkan kelebihan dari tiap-tiap jenis topologi dasar di dalamnya. Ketika jenis topologi dasar terhubung dengan jenis topologi dasar yang beda jenis, maka tidak ada karakter yang ditampilkan dari keduanya.

Contohnya begini:
Topologi bintang digabungkan dengan topologi bintang maka masih topologi bintang, sedangkan topologi bintang digabungkan dengan topologi bus maka sudah bisa dikatakan sebagai topologi hibrida.
bintang?bintang=bintang
bintang?bus=hybrida
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrida
Kelebihan:
  1. Kelemahan dari masing-masing topologi dasar dapat diatasi
  2. Bisa diterapkan di lingkungan jaringan yang berbeda, karena fleksibel dalam perancangannya
  3. Kecepatan topologi konsisten dan stabil
  4. ketika jaringan satu ada kerusajkan maka tidak mengganggu jaringan yang lainnya
  5. Cocok dengan jaringan yang berskala besar
  6. Bisa mengurangi space jaringan yang terbuang
Kekurangan:
  1. Biayanya mahal karena merupakan gabungan dari topologi yang lainnya
  2. proses pemasangan dan pengaturan cukup terbilang rumit
  3. Manajemen jaringannya sulit
  4. Harus tersedia ruangan yang luas karena penggunaan kabel yang banyak
  5. Boros dalam penggunaan kabel karena di setiap jaringan terdapat kabel

8. Topologi Peer to Peer



macam macam topologi peer to peer
Inilah topologi paling sederhana dan paling dasar dari semua topologi yang ada. Jenis topologi ini hanya terdapat 2 komputer yang saling terhubung dengan satu kabel saja.

Tujuan dari topologi Peer to Peer adalah supaya masing-masing komputer bisa saling terhubung satu sama lain tanpa harus melalui server lain sehingga masing-masing komputer tersebut bisa menjadi server sendiri.
Kelebihan Dan Kekurangan Topologi Peer to Peer
Kelebihan:
  1. Sangat hemat dalam penggunaan kabel karena hanya satu kabel saja yang dipakai
  2. Setiap komputer bisa menjadi server
  3. Proses pemasangan mudah
Kekurangan:
  1. Dari segi keamanan sangat rendah, karene tiap komputer tingkat keamanannya berbeda-beda
  2. Sangat susah untuk ditambahkan dengan komputer lain
  3. karena tiap komputer menjadi server maka apabila salah satu ada yang eror, maka untuk akses data ke komputer yang eror tersebut juga terganggu

2. RUANG LINGKUP JARINGAN

  • LAN (Local Area Network) yaitu jaringan komunikasi sejumlah komputer dalam area/lokasi yang kecil (ruang / gedung / kampus), yang pada umumnya terkoneksi melalui media kabel. LAN dapat berbentuk jaringan kecil yang hanya menghubungkan 2 atau 3 komputer, tetapi juga dapat menghubungkan ratusan komputer LAN biasanya digunakan di dalam rumah (milik pribadi), perkantoran, perusahaan, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, rumah sakit, dan sebagainya. Antara LAN satu dengan LAN lain dapat dihubungkan menjadi jaringan yang lebih besar menggunakanrouter. Jenis-jenis layanan/fasilitas yang umum pada LAN:
  1. Resource Sharing/Internet Connection Sharing,yaitu pemakaian sumber daya bersama (Diskdrive, CD  ROM drive,printer, modem/internet, faximile, scanner) yang terpasang pada komputer server. Sehingga dengan jaringan komputer maka dapat menekan biaya pembelian perangkat keras serta lebih meningkatkan efisiensi kerja. 
  2. Information Sharing / File Transfer, yaitu pemakaian bersama program aplikasi ataupun filedata yang tersimpan dalam suatu komputer (server/workstation), sehingga dapat diakses bersama dan saling kirim informasi. 
  3. Comunication, yaitu pengguna komputer (User) dapat berkomunikasi secara elektronis antar komputer, misal : chatting, E-mail. 
  4. Mapping Directory, yaitu memetakan suatu directory/drive yang ada di suatu komputer ke komputer jaringan sehingga seolah-olah menjadi drive lokal.
  • MAN (Metropolitan Area Network) yaitu merupakan jaringan yang menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer lokal (LAN) dalam suatu daerah yang lebih luas dengan jangkauan antara 5 – 50 km. Biasanya merupakan jaringan kerja yang digunakan oleh sebuah korporasi (gabungan perusahaan besar) atau organisasi dalam suatu daerah/kota, jaringan komputer antar kampus dari suatu perguruan tinggi yang besar, dan lain-lain. Pada dasarnya MAN merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN.
  • WAN (Wide Area Network) yaitu merupakan jaringan yang menghubungkan beberapa LAN/MAN dari beberapa daerah/kota bahkan beberapa negara. Secara geografis meliputi kawasan yang sangat luas yang menghubungkan antar benua dan didukung suatu organisasi dengan penggunaan protokol internet yang disebut Network Service Provider (NSP) yang merupakan bagian inti dari internet.Melalui NSP tersebut WAN dapat dikoneksikan bersama-sama membentuk jaringan publik/ internet / global (mendunia). Jaringan komputer yang dibuat oleh perusahaan / organisasi tunggal membentuk jaringan kerja berskala besar (WAN) dinamakanJaringan Enterprise. WAN dibangun menyerupai jaringan publik seperti: jaringan korporasi yang besar, jaringan militer, jaringan perbankan, jaringan institusi/organisasi besar, jaringan perdagangan online, jaringan pemesanan jasa angkutan, dan sebagainya. Biasanya terhubung via : satelit, jaringan telepon, TV kabel. 
  • Internet yaitu kumpulan yang luas dari jaringan komputer besar dan kecil yang saling berhubungan menggunakan jaringan telekomunikasi yang ada di dunia. Merupakan gabungan network-network dengan platform/tata cara (protokol) yang universal. Secara sederhana pengertian internet adalah jaringan komputer-komputer yang terhubung secara mendunia (global). Di dalam internet terdapat komputer “Server” yang diibaratkan sebagai supermarket, dan komputer “pengakses” yang diibaratkan sebagai perumahan penduduk. Antara supermarket dan perumahan dihubungkan dengan jalan yang disebut jaringan bisa berupa: kabel telepon, televisi kabel ataupun frekwensi gelombang radio di udara. Seperti apakah jaringan internet itu? 
  1. Dibutuhkan ISP = Internet Service Povider 
  2. Perusahan ISP menyediakan layanan untuk perusahaan maupun individu untuk membuat mereka terkoneksi ke internet 
  3. Semua organisasi tunggal (perusahaan besar)mebutuhkan paling sedikit satu koneksi ke jaringan yang lain. 
  4. Jaringan enterprise terkoneksi ke paling sedikit satu ISP. 
  5. Setiap ISP terkoneksi ke paling sedikit satu ISP yanglain, sehingga ada paling sedikit satu path (jalur) yang berasal dari satu perusahaan ke perusahaan yg lain. Sehingga setiap orang yg terkoneksi ke internet dapat berkomunikasi.

3. IP ADDRESS

IP Adress (Internet Protocol Address) merupakan deretan bilangan biner di antara 32 bit hingga 128 bit yang dipakai sebagai media untuk mengidentifikasi untuk setiap perangkat komputer yang terhubung pada jaringan komputer (intranet / internet). Bilangan biner 32 bit dipakai untuk setiap IP Address versi IPv4, sedangkan bilangan biner 128 bit digunakan untuk setiap versi IP Address IPv6.

IP Address nantinya akan berguna sebagai data identifikasi setiap device (komputer dan perangkat lainnya) yang terhubung ke jaringan komputer yang memanfaatkan internet protocol sebagai media penghubungnya.

A. IPV4

Internet protocol version 4 atau Ipv4 terdiri dari 32 bit dan sampai bisa menampung lebih dari 4.294.967.296 host diseluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100,jika host diseluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah Ipv6.


  
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
  • Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
  •  Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
  • Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
B. IPV6

Ipv6 diciptakan untuk menjawab kekhawatiran akan kemampuan Ipv4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung IP Address di seluruh dunia, semakin banyaknya pengguna jaringan internet dari hari ke hari di seluruh dunia Ipv4 dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, untuk itulah Ipv6 versi 128 bit diciptakan. Dengan kemampuannya yang jauh lebih besar dari Ipv4 dinilai akan mampu menyediakan IP Address pada seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia yang semakin hari semakin banyak.
Internet protocol versi 6 atau Ipv6 ini terdiri dari 128 bit. IP ini 4 kali dari Ipv4 tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4 kali dari 4.294.967.296 melainkan 4.294.967.296 pangkat 4 jadi haasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456.
 
C. KELAS-KELAS IP
 
Kelas A
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
Bit Pertama : 0
Panjang Net ID : 8 bit (1 oktet)
Panjang Host ID : 24 bit (3 oktet)
Oktet pertama : 0 - 127
Range  IP address : 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (o dan 127 dicadangkan)
Jumlah Network : 126
Jumlah IP address : 16.777.214
IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak. cara membaca IP address kelas A misalnya 113.46.5.6 ialah : Network ID :113, Host ID = 46.5.6
Kelas B

Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
2 bit pertama : 10
Panjang Net ID : 16 bit (2 oktet)
Panjang Host ID : 16 bit (2 oktet)
Oktet pertama : 128 - 191
Range IP address : 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah Network : 16.384
Jumlah IP address : 65.534
Biasa digunakan untuk jaringan besar dan sedang. dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network IP kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.
Kelas C

Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
3 bit pertama : 110
Panjang Net ID : 24 bit (3 oktet)
Panjang Host ID : 8 bit (1 oktet)
Oktet pertama : 192 - 223
Range IP address : 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx
Jumlah Network : 2.097.152
Jumlah IP address : 254
Host ID adalah 8 bit terakhi, dengan IP kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP address  Tiga bit pertama IP address kelas C selalu berisi 111 dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir.
Kelas D

Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
4 Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte Inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast
Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.
Kelas E

Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
4 bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.

4. PERALATAN JARINGAN

1. Router

router
Router merupakan perangkat jaringan yang berfungsi menghubungkan dua jaringan atau lebih sehingga data dapat dikirim dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Dengan menggunakan router, kita bisa menghubungkan dua jaringan yang berbeda, contoh 192.168.2.0/24 dapat terhubung dengan jaringan 200.200.200.0/24.

Sekilas cara kerja router bisa dibilang mirip dengan bridge, yakni sama-sama meneruskan paket data, membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan tersebut, hanya saja router berada pada lapisan ketiga OSI.

2. Wireless Card

wireless-card
Wireless card merupakan salah satu perangkat jaringan yang dapat menghubungkan dua device secara nirkabel atau tanpa menggunakan media kabel. Dengan menggunakan wireless card, dua komputer atau lebih dapat saling terhubung melalui jaringan wifi, tanpa harus menggunakankabel jaringan.

Laptop saat ini kebanyakan sudah dilengkapi dengan wireless card didalamnya, jadi kita tidak perlu membelinya secara terpisah, berbeda dengan komputer yang terlebih dahulu kita harus membelinya secara terpisah.

3. LAN Card

lan card
Sama halnya dengan perangkat jaringan yang lain, LAN card juga berfungisi menghubungkan dua atau lebih komputer dengan menggunakan media kabel. Perangkat ini biasanya banyak digunakan dalam jaringan LAN.

LAN card juga bertugas mengubah aliran data yang berbentuk paralel menjadi bentuk serial, sehingga dapat ditransmisikan melalui media jaringan seperti kabel UTP.

4. Modem

modem
Modulator demodulator atau yang sering disingkat dengan modem merupakan perangkat jaringan yang memiliki fungsi mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya.

Data yang diberikan kepada komputer ke modem umumnya berbentuk sinyak digital. Maka dari itu, ketika modem mendapatkan data berbentuk sinyal analog, modem harus merubahnya terlebih dahulu menjadi sinyal digital agar dapat diproses lebih lanjut oleh komputer.

5. Bridge

perangkat jaringan
Bridge merupakan perangkat jaringan yang memiliki fungsi memperluas suatu jaringan sekaligus membuat sebuah segmen jaringan.
Cara kerja bridge yaitu mengenali alamat MAC yang mentransmisi sebuah data ke jaringan, kemudian bridge akan membuat tabel internal secara otomatis, dimana tabel ini dapat menentukan segmen mana yang akan dirouting maupun yang akan difilter.

6. Hub

perangkat jaringan komputer 
Hub merupakan salah satu perangkat jaringan yang bertugas mengubah sinyal transmisi jaringan, dimana hal tersebut dimaksudkan agar kedua komputer atau lebih dapat saling terhubung.
Hub tidak dapat mengatur alur jalannya suatu data, sehingga setiap paket data yang melewati hubakan dibroadcast ke semua port sampai paket data yang dimaksud sampai ke tujuan. Hal inilah membuat paket data yang dikirim mengalami collision atau tabrakan data.

7. Switch

switch
Switch merupakan perangkat jaringan yang memiliki fungsi yang hampir sama dengan hub, tetapi perangkat ini ‘lebih pintar’ dari hub karena dapat mengatasi masalah collision data. Tidak hanya itu, switch juga memiliki beberapa kelebihan seperti kecepatan transfer data maupun luas jaringan yang jauh lebih bagus dari hub.
Selain itu, switch tidak hanya digunakan untuk membagi sinyal tetapi juga memfilter paket data kemudian meneruskannya ke jaringan yang dituju.

8. Kabel Jaringan

perangkat keras jaringan komputer
Kabel jaringan merupakan media transmisi berbentuk kabel yang digunakan untuk menghubungkan dua komputer atau lebih untuk saling bertukar data.
Ada beberapa jenis kabel yang biasa digunakan, seperti kabel utp, stp, coxial maupun fiber optik. Biasanya, jenis kabel yang digunakan tergantung pada jenis topologi jaringan yang digunakan.

9. Repeater

repeater
Repeater adalah perangkat jaringan yang memiliki fungsi memperluas jangkauan sinyal wifi dari server agar perangkat lain bisa terhubung.
Cara kerja dari repeater itu sendiri adalah dengan menerima sinyal dari server, kemudian memancarkannya kembali dengan jangkauan yang lebih luas dan kuat, denagn kata lain sinyal yang lemah dapat dipancarkan kembali menjadi lebih kuat dan luas.

10. Access Point­

perangkat jaringan
Access point ini terdiri dari antenna dan transceiver yang digunakan untuk transmisi dan menerima sinyal dari client atau sebaliknya. Dengan adanya AP ini, kita dapat terhubung dengan jaringan LAN secara nirkabel.

Dengan kata lain, access point ini berfungsi menghubungkan dua jenis jaringan yang berbeda, yaitu antara jaringan wireless dan jaringan LAN.

Dengan adanya beberapa perangkat jaringan yang telah disebutkan diatas, kedua komputer atau lebih bisa saling terhubung dan saling bertukar data. Simak juga mengenai macam-macam topologi jaringan, agar anda tahu beberapa struktur atau konsep sebelum anda membangun sebuah jaringan.

SOAL BESERTA JAWABAN TENTANG PELUANG USAHA 1. Target usaha yang didalamnya terdapat keinginan dan kebutuhan yang ak...